TPST Solusi Atasi Permasalahan Sampah.

  • 28 Desember 2016
  • Dibaca: 278 Pengunjung
TPST Solusi Atasi Permasalahan Sampah.

TPST Solusi Atasi Permasalahan Sampah.

Pemerintah Kabupaten Klungkung terus melakukan banyak terobosan agar masalah sampah di Kabupaten Klungkung bisa teratasi. Salah satu terobosan yang sudah berjalan di beberapa Desa di Klungkung adalah program Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST). Guna memberikan pemahaman yang benar tentang TPST.

Terlebih sementara pemahaman masyarakat tentang masalah pengelolaan sampah, masihlah kurang. Apalagi sampah identik dengan kotor, berbau dsbnya. Sosialisasi ini dilaksanakan oleh Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kab. Klungkung, bertempat di Balai Desa Akah, Kecamatan Klungkung, Selasa (27/12)

Hadir pula Wakil Bupati Klungkung I Made Kasta didampingi Camat Klungkung I Komang Gede Wisnuadi, Kadis Kebersihan dan Pertamanan (DKP) A.A Kirana, Konsultan TPST dan Bank Sampah Ketut Suarnaya, Perbekel Desa Akah I Nyoman Sujati, serta Para Kader, dan tokoh masyarakat setempat

Kadis DKP Anak Agung Kirana mengatakan, kegiatan sosialisasi tentang TPST akan terus dilakukan disetiap desa di Kabupaten Klungkung. KarenaTPST merupakan cara alternative untuk mengurangi sampah masuk ke TPA dan tidak kembali menumpuknya sampah di TPA Sente. Sehingga kedepan desa yang sudah ada TPST bisa menjadi lapangan pekerjaan juga bagi masyarakat setempat, disamping itu juga desa akan kelihatan lebih bersih dan nyaman.

Wabup Made Kasta berharap, nantinya seluruh Desa yang ada di Kabupaten Klungkung bisa memiliki TPST, Karena masalah sampah tidak bisa diselesaikan oleh petugas dari Dinas kebersihan saja, peran serta masyarakat juga sangat diperlukan. TPST tersebut merupakan jalan keluar dari masalah-masalah sampah yang di Kabupaten Klungkung. Selain itu sampah yang di olah pada TPST tersebut bisa bernilai ekonomis, Desa pun menjadi bersih. “Program Pemerintah kalau tidak adanya dukungan dan peran serta masyarakat tentunya tidak akan berjalan lancar, mari bersama-sama membangun Desa agar bebas dan bersih dari sampah,” ajak Wabup Made Kasta.

Sementara itu Ketut Suarnaya yang selaku konsultan TPST dan Bank Sampah dari Badan Lingkungan Hidup BLH Provinsi Bali mengatakan, bahwa Pulau Bali sudah dikepung sampah dimana mana. Ketut Suarnaya yang merupakan seorang pemerhati sampah dan telah berkecimpung dipengolahan sampah selama 11 tahun mengamati hampir disetiap lahan kosong pasti digunakan sebagai tempat pembuangan sampah liar. Pihaknya telah berhasil membantu pengelolaan sejumlah TPST disejumlah daerah di Bali. Untuk di Kabupaten Klungkung sendiri sudah ada beberapa Desa yang telah menjalankan TPST yakni Desa Takmung, Tangkas, dan Nyanglan. TPST itu sendiri tidak akan menghasilkan bau karena sampah yang sudah masuk TPST akan langsung dipilah antara sampah organic dan unorganik. “TPST tidak menghasilkan pencemaran udara seperti TPA pada umumnya,malahan sampah yang sudah dipilah akan sangat bernilai ekonomis,” ujar Ketut Suarnaya.(*)

  • 28 Desember 2016
  • Dibaca: 278 Pengunjung

Berita Terkait Lainnya

Cari Berita